Tampilkan postingan dengan label Al Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Kisah. Tampilkan semua postingan

Sudah Bisa Hidup Tenang?


“Tenang sudah hidup saya…” ia menghela nafasnya panjang seakan itu tarikan terakhirnya. Puas sekali, bukan, sangat puas bahkan yang tergambar di wajahnya. Binar matanya menyiratkan kebahagiaan hidup yang dijalaninya selama bertahun-tahun.

Ia memiliki isteri yang cantik, yang menjadi perantaran kelahiran seorang putri jelita serta tiga ksatria kecilnya. Rumah besar, berhalaman dan latar belakang yang luas. Kolam renang yang menyegarkan di kelilingi taman bunga yang indah menenteramkan pandangan. Bekerja dengan penghasilan yang takkan pernah habis hingga tanggal gajian berikutnya tiba, mobil mewah, serta beragam kenikmatan dunia lainnya yang tak dimiliki separuh lebih penduduk bumi ini.

Penawar Penat oleh Rasullullah

Pada suatu hari, Fatimah mengadu kepada suaminya Ali bin Abu Talib tentang kesakitan pada tangannya kerana keletihan menggiling gandum untuk membuat roti.

“Bapamu telah datang membawa balik tawanan perang. Berjumpalah dengannya dan mintalah seorang hamba untuk membantu mu,” kata Ali.
Lalu Fatimah pergi bertemu bapanya dan menyatakan hasrat untuk mendapatkan seorang hamba bagi membantu tugas hariannya di rumah. Bagaimanapun Rasulullah s.a.w. tidak mampu memenuhi permintaan anak kesayangannya itu. Lalu Baginda s.a.w. pergi menemui puterinya serta menantu itu.

Enam Nasihat Ibrahim bin Adham


Pada suatu hari, ada seorang lelaki datang bertemu Ibrahim bin Adham.

“Wahai Abu Ishak (Ibrahim)! Saya seorang yang banyak berdosa dan zalim. Sudikah kiranya Tuan mengajar saya supaya menjadi zuhud, agar Allah menerangi jalan hidup saya dan melembutkan hati saya yang keras ini,” lelaki itu bertanya dan memohon bantuan.

“Kalau kau dapat memegang teguh enam ini, nescaya engkau akan selamat,” jawab Ibrahim.

“Apakah itu?” tanya lelaki tersebut.

Hari dan Tempat Nabi Muhammad Lahir

HARI LAHIR

Al Hafizh Ibnu Rajab (wafat tahun 795 H) menulis dalam Kitab Lathaa`iful Ma’aarif Fiimaa Li Mawaasimil ‘Aam Min Wazhaa`if halaman 101 :
وَالْمَشْهُوْرُ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْجُمْهُوْرُ أَنَّهُ وُلِدَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ ثَانِيَ عَشَرَ رَبِيْعِ الْأَوَّلِ وَهُوَ قَوْلُ ابْنِ إِسْحَاقَ وَغَيْرِهِ
Pendapat yang masyhur menurut ulama jumhur, Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Itu adalah pendapat Imam Ibnu Ishaq dan yang lainnya
وَأَمَّا عَامُ وِلَادَتِهِ فَالْأَكْثَرُوْنَ عَلَى أَنَّهُ عَامُ الْفِيْلِ
Adapun tahun kelahiran Nabi , kebanyakan ulama mengatakan tahun kelahiran beliau adalah tahun gajah
Link Kitab Lathaa`iful Ma’aarif Fiimaa Li Mawaasimil ‘Aam Min Wazhaa`if
http://www.islamport.com/w/akh/Web/2838/26.htm

Sejarah Adzan Pertama kali

(Riwayat : Anas r.a; Abu Dawud; Al Bukhari)
Seiring dengan berlalunya waktu, para pemeluk agama Islam yang semula sedikit, bukannya semakin surut jumlahnya. Betapa hebatnya perjuangan yang harus dihadapi untuk menegakkan syiar agama ini tidak membuatnya musnah. Kebenaran memang tidak dapat dimusnahkan.

Semakin hari semakin bertambah banyak saja orang-orang yang menjadi penganutnya. Demikian pula dengan penduduk dikota Madinah, yang merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam pada masa-masa awalnya. Sudah sebagian tersebar dari penduduk yang ada dikota itu sudah menerima Islam sebagai agamanya.

Mengajar Keledai Membaca


mullah nasruddin hoja Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata,
“Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”

Musyawarah Para Burung


musyawarah burung 4Dikisahkan, segala burung di dunia, yang dikenal atau tidak dikenal, datang berkumpul. Mereka sama-sama memiliki satu pertanyaan, siapakah raja mereka? Di antara mereka ada yang berkata, “Rasanya tak mungkin negeri dunia ini tidak memiliki raja. Maka rasanya mustahil bila kerajaan burung-burung tanpa penguasa! Jadi, kita semua memiliki Raja, ya, Raja.”
Semua burung tertegun, seperti ada keraguan yang mengawang-awang.
“Keadaan semacam ini tak bisa dibiarkan terus menerus. Hidup kita ini akan percuma bila sepanjang hayat kita, kita tidak pernah mengetahui, dan mengenal siapa Raja kita sesungguhnya.”
Masing-masing dari mereka masih berfikir dan terdiam. Lalu kembali ada yang berteriak, “Lalu apa yang harus kita lakukan?”

Pelajaran dari Abu Yazid Al-Busthami tentang Ujub dan Takabur.


Sahabatku rahimakumullah..
Dalam kehidupan kita, seringkali kita juga lebih mudah untuk mendapatkan pelajaran dari cerita-cerita sederhana ketimbang uraian-uraian panjang yang ilmiah. Berikut ini sebuah cerita dari Guru Sufi terkenal, Bayazid Al-Busthami, yang insya Allah, dapat kita ambil pelajaran daripadanya;

Di samping seorang sufi, Bayazid juga adalah pengajar tasawuf. Di antara jamaahnya, ada seorang santri yang juga memiliki murid yang banyak. Santri itu juga menjadi Kyai bagi jamaahnya sendiri. Karena telah memiliki murid, santri ini selalu memakai pakaian yang menunjukkan kesalehannya, seperti baju putih, serban, dan wewangian tertentu.

Kepala Ikan untuk Sang Nelayan



Seorang nelayan salih di Tunisia tinggal di sebuah gubuk yang sederhana dari tanah liat. Setiap hari ia melayarkan perahunya untuk menangkap ikan. Setiap hari, ia terbiasa menyerahkan seluruh hasil tangkapannya pada orang-orang miskin dan hanya menyisakan sepotong kepala ikan untuk ia rebus sebagai makan malamnya.

Nelayan itu lalu berguru kepada syaikh besar sufi, Ibn Arabi. Seiring dengan berlalunya waktu, ia pun menjadi seorang syaikh seperti gurunya.

Suatu saat, salah seorang murid sang nelayan akan mengadakan perjalanan ke Spanyol. Nelayan itu memintanya untuk mengunjungi Syaikhul Akbar, Ibn Arabi. Nelayan itu berpesan agar dimintakan nasihat bagi dirinya. Ia merasakan kebuntuan dalam jiwanya.

Kisah Sufi Kaya dan Sufi Miskin


Suatu saat, seorang guru merekomendasikan kepada muridnya untuk berguru kepada seorang sufi ternama. Setelah melewati perjalanan yang amat panjang, sang Murid akhirnya bisa berjumpa dengan guru yang dimaksud.

Betapa kagetnya setelah ia mengatahui rumahnya yang mewah bak istana raja. Ia bertanya kepada para tetangganya, apakah betul bahwa istana itu tempat tinggal sang Sufi sebagaimana yang direkomendasikan oleh gurunya. Semuanya menjawab “Ya”.

Sejarah Al Barzanji


Al-Barzanji atau Berzanji adalah suatu do’a-do’a, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada. Isi Berzanji bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad saw yakni silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga diangkat menjadi rasul. Didalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.

Taubatnya Sang Pembunuh


kisah pertaubatan 
“Jangan pernah mengira bahwa engkaulah yang memperbaiki dirimu. Taubatmu adalah rahmat dari Allah. Demikian pula kemampuanmu untuk menindaklanjuti taubat itu.”
Pernah pada suatu ketika, ada seorang penjahat kejam yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Suatu hari, dia mendatangi seorang guru agama dan mengatakan bahwa dia ingin mengubah hidupnya, sebagai taubat atas segala kesalahannya. Guru itu menjawab bahwa ia sudah tidak mungkin lagi diampuni karena dosanya sudah ‘keterlaluan’.

Berjalan di atas air

hikayat sufi

Seorang darwis yang berpegang kepada kaidah, yang berasal dari mazhab yang saleh, pada suatu hari berjalan menyusur tepi sungai. Ia memusatkan perhatian pada berbagai masalah moral dan ajaran, sebab itulah yang menjadi pokok perhatian pengajaran Sufi dalam mazhabnya. Ia menyamakan agama, perasaan, dengan pencarian kebenaran mutlak.Tiba-tiba renungannya terganggu oleh teriakan keras: Seseorang terdengar mengulang-ulang suatu ungkapan darwis. Tak ada gunanya itu, katanya kepada diri sendiri. Sebab orang itu telah salah mengucapkannya. Seharusnya diucapkannya yâ hû, tapi ia mengucapkannya u yâ hû.

Kisah Khalid Bin Walid : Sepucuk Hidayah Buat Seorang Sahabat


“Celakalah Khalid. Semoga tuhan Romawi melaknatnya.” Sumpah serapah itu keluar dari mulut Argenta seraya menarik tali kekang kudanya meninggalkan medan perang yang masih berdebu. Samar-samar terlihat ribuan tentara Romawi mulai mengambil langkah seribu.

Argenta masih terengah-engah menahan lelah setelah seharian bertempur. Jiwanya masih terguncang menghadapi kenyataan pahit kekalahan pasukannya, ditambah lagi sebuah peristiwa tragis masih membekas di pelupuk matanya. Ketika Argenta harus menyudahi duel mautnya melawan orang yang selama ini amat disegani, seorang jenderal, panglima perang sekaligus seorang sahabat yang selama ini menjadi atasannya. Gregorius Theodorus, panglima Romawi yang menjadi muslim tewas di ujung pedang bawahannya sendiri, Argenta.

Kisah Seorang Sahabat Rasul...Zulebid..


Senja datang
Angin mendesau, sepi…
Pasir-pasir beterbangan…
Berputar-putar…

Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh. Akhirnya dikuburkanlah jenazah zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.

Tanpa dimandikan…

Tanpa dikafankan…

Tanah terakhir ditutupkan ke atas makam Zulebid.
Rasulullah terpekur di samping pusara tersebut.

Ayah.. Maafkan Anakmu

hanya-gambar.blogspot.com - Kisah Mengharukan, Ayah Maafkan Anakmu 

Seorang pemuda sebentar lagi akan diwisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.

Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobilsport, Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya.

Segelas Air Sebanding Dengan Sejuta Pound

Penulis terkenal kebangsaan Mesir yang bernama Mustafa Amin, dimana beliau adalah salah satu yang dijebloskan ke dalam penjara di masa pemerintahan Gamal Abdul Naser pada tahun 1965, menceritakan kisahnya saat berada di dalam penjara.

Ia berkata, “Di antara bentuk penganiayaan yang ditetapkan pemerintah pada saat itu adalah melarang penghuni penjara makan dan minum. Larangan untuk makan sangatlah menyakitkan, walaupun masih memungkinkan untuk bertahan, akan tetapi haus adalah siksaan yang tidak mungkin bisa ditanggung, khususnya di bulan-bulan musim panas dengan derajat panas yang tinggi sekali

Selain itu saya mempunyai penyakit gula, yang mengharuskan saya banyak minum. Di hari pertama pelarangan ini, saya masuk kamar kecil, di sana saya mendapatkan tempat air yang berisi air untuk istinja’, kemudian saya minum air tersebut sampai habis, dan sebagai ganti untuk istinja’, saya gunakan tissu toilet. Dengan semakin bertambahnya rasa hausku, saya terpaksa minum air kencing. Sampai di hari ketiga, saya tidak mendapatkan air kencing untuk saya minum.

Adikku ... Hidup Di Dunia Hanyalah Sementara


Kecil, dimanja. Muda, foya-foya.Tua,kaya raya. Mati,masuk surga.

Inilah bahan candaan anak muda saat ini. Mungkin ini cuma bercanda. Namun, kadang juga ada yang punya prinsip hidup seperti ini. Begitu pula dengan seorang adik. Seorang adik dinasehati, “Dek, kamu di dunia ini hanya hidup sementara, jagalah ibadahmu.” Entah mengejek atau sekedar guyonan, dia menjawab, “Justru itu kak, kita manfaatkan hidup di dunia sekarang dengan foya-foya.”

Sungguh adik yang satu ini jauh dari agama. Hidayah memang di tangan Allah. Namun nasehat haruslah terus disampaikan karena dialah adik satu-satunya yang setiap kakak pasti menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia pun telah mendapatkan kebaikan.

Belajar Dari Tukang Bakso

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau
 
bakso ?
“Mauuuuuuuuu. …”, secara serempak dan kompak anak - anak asuhku
menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. …

Pendengki Tidak Akan Sukses

Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi

“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi (saling berpaling), dan janganlah kalian saling memutuskan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (H.R. Muttafaq ‘alaih)

Hadis ini diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam “Al Adab” dan Muslim dalam “Al Birr”. Lebih khusus tentang larangan dengki disebutkan oleh Rasulullah saw. dalam hadis lain:

“Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar.” (H.R Abu Dawud).

Dengki didefiniskan oleh para ulama sebagai:

 

Copyright @ 2015