“Tenang sudah hidup saya…” ia menghela nafasnya panjang seakan itu tarikan terakhirnya. Puas sekali, bukan, sangat puas bahkan yang tergambar di wajahnya. Binar matanya menyiratkan kebahagiaan hidup yang dijalaninya selama bertahun-tahun.
Ia memiliki isteri yang cantik, yang menjadi perantaran kelahiran
seorang putri jelita serta tiga ksatria kecilnya. Rumah besar, berhalaman dan
latar belakang yang luas. Kolam renang yang menyegarkan di kelilingi taman
bunga yang indah menenteramkan pandangan. Bekerja dengan penghasilan yang
takkan pernah habis hingga tanggal gajian berikutnya tiba, mobil mewah, serta
beragam kenikmatan dunia lainnya yang tak dimiliki separuh lebih penduduk bumi
ini.

