Tampilkan postingan dengan label Ilmuan Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmuan Muslim. Tampilkan semua postingan

Al Battani sang Matematikawan Sejati


Dahulu saat kita masih duduk di sekolah menengah pertama, guru matematika kita kerap menggunakan istilah Sinus, Kosinus, Tangen dan Kotangen. Akan tetapi, kita kadang-kadang tidak mengenal pemopuler istilah tersebut. Siapakah dia? Salah satu tokohnya adalah Al Battani yang di kalangan ilmuwan Barat dikenal dengan sebutan Albategni atau Albategnius.

Dia dikenal menggunakan prinsip trigonometri ketika melakukan observasi astronomi di observatorium yang dibangun Khalifah Makmum Al Rasyid dan Khalifah Abbasyiah.
Pengertian sinus dan kosinus tersebut untuk menggantikan istilah chord  atau tali busur yang biasa digunakan dalam perhitungan astronomi dan trigonometri di masa itu. Dalam bahasa Arab, istilah sinus disebut jaib yang berarti teluk atau garis bengkok.

Ibnu Al Haitham Pakar Fisika Optik


Sejarah mencatat salah satu peletak dasar ilmu fisika optik adalah sarjana islam Ibnu Al Haitham atau yang dikenal di Barat dengan sebutan Alhazen, Avennathan atau Avenatan. Ilmuwan besar yang punya nama lengkap Abu Al Hasan Ibnu Al Haitham Al Bashri Al Misri ini lahir di Basrah, Irak pada 965 M. mengecap pendidikan di Basrah dan Baghdad, penguasaan matematikanya oleh Max Mayerhof, seorang sejarawan dianggap mengungguli Euclides dan Ptolemeus.

Setelah selesai di kedua kota itu, Ibnu Haitham meneruskan pendidikannya di Mesir dan bekerja di bawah pemerintahan khalifah Al Hakim (996 - 1020 M) dari daulah Fatimiyah. Diapun mengunjungi Spanyol untuk melengkapi beberapa ahli karya ilmiahnya. Seperti sarjana islam lainnya, Ibnu Haitham tidak hanya menguasai fisika, ilmu optik, tetapi juga filsafat, matematika dan obat-obatan atau farmakologi. Tidak kurang 200 karya ilmiah mengenai beberapa bidang itu dihasilkan Ibnu Haitham  sepanjang hidupnya.

 

Copyright @ 2015