Dahulu saat kita masih duduk di sekolah menengah pertama,
guru matematika kita kerap menggunakan istilah Sinus, Kosinus, Tangen dan
Kotangen. Akan tetapi, kita kadang-kadang tidak mengenal pemopuler istilah
tersebut. Siapakah dia? Salah satu tokohnya adalah Al Battani yang di kalangan
ilmuwan Barat dikenal dengan sebutan Albategni atau Albategnius.
Dia dikenal menggunakan prinsip trigonometri ketika
melakukan observasi astronomi di observatorium yang dibangun Khalifah Makmum Al
Rasyid dan Khalifah Abbasyiah.
Pengertian sinus dan kosinus tersebut untuk menggantikan
istilah chord atau tali busur yang biasa
digunakan dalam perhitungan astronomi dan trigonometri di masa itu. Dalam
bahasa Arab, istilah sinus disebut jaib yang berarti teluk atau garis bengkok.
